Home / KAJIAN / Kajian Relasi Media dan Masyarakat : Isu-isu yang Berkembang Mengenai Media

Kajian Relasi Media dan Masyarakat : Isu-isu yang Berkembang Mengenai Media

Dalam kajian tentang media, McQuail (2011) menyatakan bahwa Permasalahan tersebut dapat dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) masalah pokok, yaitu terkait dengan pertanyaan mengenai kekuasaan (power) dari alat baru komunikasi. Kedua, pertanyaan tentang integrase social atau disintegrasi yang mungkin disebabkan oleh media. Dan ketiga, pertanyaan tentang pencerahan (enlightenment) public yang mereka dorong atau mereka hilangkan. (perubahan social). (McQuail, 2011 : hal 57).

Lebih jauh lagi, McQuail (2011: hal 103-114) dalam bukunya, Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar, Denis McQuail telah melakukan intisari beberapa teori dan pendekatan ataupun aliran tertentu. Menurutnya, teori media massa mencakup :

  1. Aliran teori media : masyarakat massa,
  2. Aliran teori media : Marxisme dan Ekonomi Politik
  3. Aliran teori media: Fungsionalisme.
  4. Aliran teori media : Konstuksionalisme Sosial.
  5. Aliran teori media: Determinasi Teknologi Komunikasi
  6. Aliran teori media: Masyarakat informasi.

Jadi, aliran pertama yang membahas tentang kajian relasi media dan masyarakat adalah aliran teori masyarakat massa.

Teori masyarakat massa pertama kali muncul pada akhir abad ke 19 dan menitikberatkan pada adanya hubungan timbal balik antar institusi yang memegang kekuasaan dan intergrasi media terhadap sumber kekuasaan sosial dan otoritas. Isi media cenderung melayani kepentingan pemegang kekuasaan politik dan ekonomi. Media juga memiliki kecenderungan untuk membantu publik bebas dalam menerima keberadaannya sebagaimana adanya.

Teori masyarakat massa memiliki beberapa asumsi dasar terkait dengan individu, peran media, dan sifat perubahan sosial. Menurut Stanley J. Baran dan Dennis K. Davis (2010 : 69), berikut adalah beberapa asumsi dasar teori masyarakat massa :

  1. Media adalah kekuatan yang sangat kuat dalam masyarakat yang dapat menggerogoti nilai dan norma sosial sehingga dapat merusak tatanan sosial.Untuk menghadapi ancaman ini, media harus berada di bawah kontrol elite.
  2. Media dapat secara langsung memengaruhi pemikiran kebanyakan orang mentransformasi pandangan mereka tentang dunia sosial
  3. Ketika pemikiran seseorang telah ditransformasi oleh media, maka semua bentuk konsekuensi buruk dalam jangka panjang mungkin tejadi-tidak hanya dapat menghancurkan kehidupan seseorang, tetapi juga menciptakan masalah sosial dalamskala luas.
  4. Sebagian besar individu sangat rentan dengan média karena dalam masyarakat massa mereka terputus dan terisolasi dari Jembaga sosial tradisional yang sebelumnya melindungi mereka dari usaha manipulasi media.
  5. Kerusakan sosial yang disebabkan mediá mungkin akan dapat diperbaiki dengan pendirian sebuah tatanan sosial yang totaliter
  6. Media massa tidak dapat-mengelak dari kegiatan yang merendahkan bentuk budaya yang lebih tinggi menyebabkan terjadinya penurunan secara umum dalam peradaban.

Sumber rujukan :    

  • McQuail, Denis. 2011. Teori Komunikasi Massa, Edisi 6. Buku 1. Jakarta. Salemba Humanika.
  • Baran, Stanley. J dan Dennis K. Davis. 2010. Teori Komunikasi Massa ( Dasar, Pergolakan, dan Masa Depan ). Jakarta: Salemba Humanika

About abdullatiefku

Check Also

MEDIA MASSA/ PERS DAN KOMUNIKASI POLITIK

Salah satu aktor penting dalam demokrasi modern adalah media massa. Dalam masyarakat yang mayoritas menggunakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *