Home / KAJIAN / Tipologi Framing

Tipologi Framing

Scheufele mencoba membangun asumsi dalam memetakan tipologi analisis framing. Scheufele (1999) menggambarkannya dalam bentuk skema diagram sebagaimana yang digambarkan dalam buku ” Tafsir Kontemporer Ilmu Komunikasi” dari Mirza Ronda (2018; hal 125), sebagai berikut :

Sumber : Scheufele (1999), dalam Mirza Ronda (2018; hal 125).

Mirza Ronda (2018; Hal 124) juga memaparkan bahwa diagram yang menjelaskan tentan tipologi Framing tersebut terbentuk berdasarkan beberapa asumsi, antara lain :

Pertama, proses framing adalah konstruksi realitas. Asumsi ini dibangun dari perkembangan penelitian efek media yang awalnya bertumpu pada model powerful effect sampai dengan kemampuan khalayak untuk mengkonstruksi pesan media. Hall ini memperlihatkan pergeseran paradigma dalam penelitian efek.

Kedua, bingkai media versus bingkai  individu. Bingkai individu merupakan rekaman ide atau gagasan yang ada dalam proses mental individu yang memengaruhinya dalam mengolah informasi, termasuk didalamnya adalah memahami isi media. Ada dua konsep utama: Long term view dan short term view.

Ketiga, bingkai sebagai variable bebas (independent) atau sebagai variable terikat (dependent); variable bebas dan terikat dalam konsep ini tak dipahami sama dengan analisis data dalam penelitian kuantutatif. Bingkai sebagai variable bebas menitikberatkan pada pengaruh atau akibat dari framing, sementara bingkai sebagai variable terikat dimaknai sebagai berbagai faktor yang memengaruhi proses terbentuknya bingkai.

Berdasarkan asumsi tersebut, Scheufele dalam Mirza Ronda (2018: hal 124-125) membuat tipologi framing dalam empat quadran dan mengelompokkan model framing dalam quadran tersebut:

Kuadran pertama adalah framing media sebagai variable terikat, ingin melihat apa yang memengaruhi pekerja media dalam membingkai isu dan bagaimana proses kerjanya, dan mengetahui sudut pandang yang digunakan pekerja media.  Yang masuk dalam bingkai tipologi ini antara lain kajian dari : Tuchman (1978), Bennet (1991), Edelman (1993)

Kedua, framing media sebagai variable bebas, yaitu menggali bagaimana frame media memengaruhi persepsi khalayak tentang suatu isu dan bagaimana proses bekerjanya framing tersebut. Bahwa media punya keluasaan dari sisi produksi pesan dan pengaruh terhadap khalayak yang dituju. Yang masuk dalam bingkai tipologi ini antara lain kajian dari :  Pan & Koasicki (1993), Entman (1993), Huang (1996)

Ketiga, framing individu sebagai variable terikat, yaitu melihat bagaimana frame individu merupakan replika dari frame media. Selain itu, dapat pula melihat bagaimana khalayak secara aktif melakukan konstruksi makna/ menolak frame media. Atau bisa diartikan bahwa individu dapat menentukan makna dan mengkonstruksi informasi dari sumber yang didapat. Yang masuk dalam bingkai tipologi ini antara lain kajian dari : Iyengar (1987), Gamson (1992), Price, et al. (1995)

Keempat, framing individu sebagai variable bebas, berfokus pada bagaimana framing individu memengaruhi persepsi individu lain dalam suatu isu tertentu. Atau dapat diartikan bawah individu dapat bebas menentukan framing atas informasi apapun yang terpapar padanya.  Yang masuk dalam bingkai tipologi ini antara lain kajian dari :  Snow, et al. (1986), Entman & Rojecki (1993), Nelson, et.al (1997)

Sumber referensi :

  • Ronda, Andi Mirza. 2018. Tafsir Kontemporer Ilmu Komunikasi. Tangerang: Indigo Media.

About abdullatiefku

Check Also

Potret Perjuangan Perempuan (Dalam Sastra)

Potret Perjuangan Perempuan (Dalam Sastra) Oleh: Ahmad Sihabudin[1] Diterbitkan di Harian Kabar Banten, dalam rangka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *