Home / KAJIAN / DASAR KOMUNIKASI / TEORI & TEORI KOMUNIKASI

TEORI & TEORI KOMUNIKASI

Wilbur Schramm dalam buku “Introduction to Mass Communication Research Nalziger & White, 1972:10) sebagaimana yang dikutip dalam Onong Uchjana Effendy (2003; 241) mendefinisikan teori sebagai :  “A set of related statements, at a high level of abstraction, from which propositions can be generated that are testable by scientific measurements and on the basis of which predictions can be made about behavior)”

Dari peryataan ini, dapat ditafsirkan bahwa ilmu adalah Suatu perangkat pernyataan yang saling berkaitan, pada abstraksi dengan kadar yang tinggi, dan daripadanya proposisi bisa dihasilkan yang dapat diuji secara ilmiah, dan pada landasannya dapat dilakukan prediksi mengenai perilaku. Atau dengan kata lain, teori bersifat ilmiah dan dapat digunakan untuk menelusuri suatu objek/fenomena, dan diambil kesimpulan dari hasil proses yang dijalani.

Adapun Sendjaja (2002,1.10) dalam  “Teori Komunikasi : Buku materi Pokok” memaparkan bahwa Istilah teori dalam ilmu social mengandung beberapa pengertian, sebagaimana yang dikemukakan dalam: 

  • Teori adalah abstraksi dari realitas.
    • Teori terdiri dari sekumpulan prinsip-prinsip dan definisi-definisi yang secara konseptual mengorganisasikan aspek-aspek dunia empiris yang sistematis.
    • Teori terdiri dari asumsi-asumsi, proposisi-proposisi, dan aksioma-aksioma dasar yang saling berkaitan.
    • Teori terdiri dari teorema-teorema yang meliputi generalisasi-generalisasi yr secara konseptual mengorganisasikan bidang-bidang dunia empiris keamanan yang bisa diterima / terbukti menggunakan empiris.

Sendjaja (2002,1.10-11), juga memaparkan bahwa teori memiliki dua ciri umum, yaitu :

  • Pertama semua teori adalah abstraksi ‘tentang suatu hal.
    • Kedua, semua teori adalah konstruksi ciptaan individu manusia.  Sendjaja (2002,1.10-11).

Dan dari kedua ciri yang dikemukakan sendjaja tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ciri yang pertama menunjukan bahwa teori memiliki keterbatasan dari sisi kajian atau dari sisi lingkupnya, sehingga teori tentang televisi tidak dapat secara lengkap digunakan untuk membahas tentang internet, demikian juga sebaliknya, teori tentang internet tidak bisa sepenuhnya menjelaskan tentang televisi. Dan dari ciri yang kedua, dapat disimpulkan bahwa teori sifatnya relatif, dalam tergantung pada cara pandang si pencipta teori, sifat dan aspek hal yang diteliti dan dikaji, serta kaitan lainnya seperti waktu, tempat dan lingkungan sekitar.

Little John (2009: 22) menegaskan bahwa “ teori merupakan tafsiran, sehingga mempertanyakan kegunaan sebuah teori lebih bijaksana daripada mempartanyakan kebenaran”. Little John (2009: 23) juga menyatakan bahwa “teori menawarkan satu cara untuk menangkap “kebanaran” dari sebuah fenomena; tapi bukan satu-satunya cara untuk memandang fenomena tersebut”

Jadi, dari beberapa definisi dan penjabaran di atas, makan dapat dikatakan bahwa teori merupakan “konseptualisasi atau penjelasan logis dan empiris tentang suatu fenomena”. Atau dengan kata lain Teori menuntun kita dalam membuat keputusan dan bertindak, juga berubah dari waktu saat kita mengamati sesuatu yang baru dan menerapkan perspektif baru.

Adapun mengenai Teori Komunikasi, Sendjaja (2002,1.10-11) mendefinisikan teori komunikasi sebagai : “konseptualisasi atau penjelasan logis tentang fenomena peristiwa komunikasi dalam kehidupan manusia” peristiwa yang dimaksud, adalah sebagaimana yang dimaksud oleh Berger dan Chaffee, mencakup produksi, Proses, dan pengaruh dari system-sistem tanda dan lambang yang terjadi dalam kehidupan manusia”

Mirza Ronda (2018: 51) menyatakana bahwa: “hubungan antar objek komunikasi dan daya tangkap manusia dalam proses kelahiran ilmu komunikasi menjelaskan bahwa ilmu komunikasi lahir bukan sebagai disiplin ilmu tertentu (monodisiplin) atau perpotongan dari berbagai ilmu (interdisiplin) atau komilasi berbagai kelompok ilmu (multidisiplin0. Ilmu komunikasi adalah ilmu transdisiplin atau integrase dari berbagai disiplin ilmu dengan seperangkat kepercayaan tentang eujud realitas : objektif dan subjektif.”

Sehingga dapat dikatakan bahwa ilmu komunikasi adalah seperangkat keilmuan transdisiplin yang dapat digunakan secara aplikatif dalam kehidupan manusia yang mencakup segala aspek kehidupan manusia dengan menggukan beragam perangkat yang terkandung di dalamnya. Artinya, Sebuah teori komunikasi dapat dilihat dari sudut pandang, proses penyaringan dan proses penerangan yang berbeda-beda

Sumber Rujukan :

  • Sendjaja, Djuarsa. 2002. Teori Komunikasi. Buku Materi Pokok. SKOM4204. Jakarta. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
  • Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
  • Littlejohn, Stephen W dan Foss, Karen A. 2009. Teori Komunikasi (edisi 9). Jakarta: Salemba Humanika.

About abdullatiefku

Check Also

Kehadiran Digital Media Berdasarkan Peta Teori dari McQuail

Berikut ini penjelasan tentang Kehadiran media digital jika dipandang dengan menggunakan 4 pendekatan peta teori …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *